. Al Minhaj

Keutamaan Menuntut Ilmu 2


Assalamu'alaikum teman-teman,
yak,. postingan ini adalah lanjutan dari materi Keutamaan Menuntut Ilmu 1 yang sebelum nya di posting. semoga bermanfaat


g. Ilmu Adalah Kebaikan Di Dunia

Mengenai firman Allah Ta’ala, 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً

"Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia"
Al-Hasan (wafat th. 110 H) rahimahullaah berkata, “Yang dimaksud kebaikan dunia adalah ilmu dan ibadah.”

Dan firman Allah,

وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً

“Dan kebaikan di akhirat.” [Al-Baqarah: 201]
Al-Hasan rahimahullaah berkata, "Maksudnya adalah Surga."
Sesungguhnya kebaikan dunia yang paling agung adalah ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih, dan ini adalah sebaik-baik tafsir ayat di atas.
  
Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 141) dan Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/229-230, no. 252 dan 253)


Ibnu Wahb (wafat th. 197 H) rahimahullaah berkata, "Aku mendengar Sufyan ats-Tsauri rahimahullaah berkata, "Kebaikan di dunia adalah rizki yang baik dan ilmu, sedangkan kebaikan di akhirat adalah Surga."

Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/230, no. 254).


h. Ilmu Adalah Jalan Menuju Kebahagiaan

Imam Ahmad dan at-Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Shahabat Abu Kabasyah al-Anmari (wafat th. 13 H) radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

… إِنَّمَا الدُّنْيَا لِأَرْبَعَةِ نَفَرٍ: عَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالًا وَعِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِي فِيْهِ رَبَّهُ وَيَصِلُ فِيْهِ رَحِـمَهُ وَيَعْلَمُ ِللهِ فِيْهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْـمَنَازِلِ، وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ عِلْمًا وَلَـمْ يَرْزُقْهُ مَالًا فَهُوَ صَادِقُ النِّـيَّـةِ يَقُوْلُ: لَوْ أَنَّ لِـيْ مَالًا لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَأَجْرُهُـمَا سَوَاءٌ، وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالاً وَلَـمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًـا فَهُوَ يَخْبِطُ فِي مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لَا يَتَّقِي فِيْهِ رَبَّهُ وَلَا يَصِلُ فِيْهِ رَحِـمَهُ وَلَا يَعْلَمُ ِللهِ فِيْهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْـمَنَازِلِ وَعَبْدٍ لَـمْ يَرْزُقْهُ اللهُ مَالًا وَلَا عِلْمًـا فَهُوَ يَقُولُ: لَوْ أَنَّ لِـيْ مَالًا لَعَمِلْتُ فِيْهِ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُـمَا سَوَاءٌ.

“…Sesungguhnya dunia diberikan untuk empat orang:
(1) seorang hamba yang Allah berikan ilmu dan harta, kemudian dia bertaqwa kepada Allah dalam hartanya, dengannya ia menyambung sila-turahmi, dan mengetahui hak Allah di dalamnya. Orang tersebut kedudukannya paling baik (di sisi Allah).

(2) Seorang hamba yang Allah berikan ilmu namun tidak diberikan harta, dengan niatnya yang jujur ia berkata, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan si fulan.’ Ia dengan niatnya itu, maka pahala keduanya sama.

(3) Seorang hamba yang Allah berikan harta namun tidak diberikan ilmu. Lalu ia tidak dapat mengatur hartanya, tidak bertaqwa kepada Allah dalam hartanya, tidak menyambung silaturahmi dengannya, dan tidak mengetahui hak Allah di dalamnya. Kedudukan orang tersebut adalah yang paling jelek (di sisi Allah). Dan

(4) seorang hamba yang tidak Allah berikan harta tidak juga ilmu, ia berkata, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan si fulan.’ Ia berniat seperti itu dan keduanya sama dalam mendapatkan dosa.”

Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (IV/230-231), at-Tirmidzi (no. 2325), Ibnu Majah (no. 4228), al-Baihaqi (IV/ 189), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (XIV/289), dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir (XXII/345-346, no. 868-870), dari Shahabat Abu Kabsyah al-Anmari radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Shahiih Sunan at-Tirmidzi (II/270, no. 1894).


Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam membagi penghuni dunia menjadi empat golongan. Golongan yang terbaik di antara mereka adalah orang yang diberikan ilmu dan harta; ia berbuat baik kepada manusia dan dirinya sendiri dengan ilmu dan hartanya.

Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarfuhu (hal. 252-253).


i. Orang Yang Menuntut Ilmu Akan Dido’akan Oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam

 Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَضَّرَ اللهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ؛ فَإِنَّهُ رُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ، وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، ثَلَاثُ خِصَالٍ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ أَبَدًا: إِخْلَاصُ الْعَمَلِ ِلِله، وَمُنَاصَحَةُ وُلاَةِ الْأَمْرِ، وَلُزُوْمُ الْـجَمَاعَةِ؛ فَإِنَّ دَعْوَتَهُمْ تُحِيْطُ مِنْ وَرَائِهِمْ. وَقَالَ: مَنْ كَانَ هَمُّهُ الْآخِرَةَ؛ جَمَعَ اللهُ شَمْلَهُ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الدُّنْيَا؛ فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ ضَيْعَتَهُ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَلَـمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ.

“Semoga Allah memberikan cahaya pada wajah orang yang mendengarkan sebuah hadits dari kami, lalu menghafalkannya dan menyampaikannya kepada orang lain. Banyak orang yang membawa fiqih namun ia tidak memahami. Dan banyak orang yang menerangkan fiqih kepada orang yang lebih faham darinya. Ada tiga hal yang dengannya hati seorang muslim akan bersih (dari khianat, dengki dan keberkahan), yaitu melakukan sesuatu dengan ikhlas karena Allah, menasihati ulil amri (penguasa), dan berpegang teguh pada jama’ah kaum Muslimin, karena do’a mereka meliputi orang-orang yang berada di belakang mereka.” Beliau bersabda, “Barangsiapa yang keinginannya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan kekuatannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Namun barangsiapa yang niatnya mencari dunia, Allah akan mencerai-beraikan urusan dunianya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia mendapat dunia menurut apa yang telah ditetapkan baginya.”
Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (V/183), ad-Darimi
j. Menuntut Ilmu Adalah Jihad Di Jalan Allah Dan Orang Yang Menuntut Ilmu Laksana Mujahid Di Jalan Allah Ta’ala

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda

, مَنْ دَخَلَ مَسْجِدَنَا هَذَا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ لِيُعَلِّمَهُ كَانَ كَالْـمُجَاهِدِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، وَمَنْ دَخَلَهُ لِغَيْرِ ذَلِكَ كَانَ كَالنَّاظِرِ إِلَى مَا لَيْسَ لَهُ.

“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) dengan tujuan mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka ia laksana orang yang berjihad di jalan Allah Ta’ala. Dan barangsiapa yang memasukinya dengan tujuan selain itu, maka ia laksana orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya.”

 Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (no. 87-at-Ta’liiqaatul Hisaan), Ibnu Majah (no. 227), Ahmad (II/350, 526-527), Ibnu Abi Syaibah (no. 33061), dan al-Hakim (I/91), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.


Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah mengatakan, “Jihad melawan hawa nafsu memiliki empat tingkatan:
  1. berjihad untuk mempelajari petunjuk (ilmu yang bermanfaat) dan agama yang benar (amal shalih). Seseorang tidak akan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat kecuali dengannya.
  2. berjihad untuk mengamalkan ilmu setelah mengetahuinya.
  3. berjihad untuk mendakwahkan ilmu dan mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya.
  4. berjihad untuk sabar dalam berdakwah kepada Allah Ta’ala dan sabar terhadap gangguan manusia. Dia menanggung kesulitan-kesulitan dakwah itu semata-mata karena Allah.
Apabila keempat tingkatan ini telah terpenuhi pada dirinya, maka ia termasuk orang-orang yang Rabbani.


Abu Darda Radhiyallaahu ‘anhu mengatakan, “Barangsiapa berpendapat bahwa pergi mencari ilmu tidak termasuk jihad, sungguh, ia kurang akalnya.”


Berjihad dengan hujjah (dalil) dan keterangan didahulukan atas jihad dengan pedang dan tombak. Allah berfirman kepada Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam agar berjihad dengan Al-Qur-an melawan orang-orang kafir.

 فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُم بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا

“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur-an dengan jihad yang besar.” [Al-Furqaan: 52]


Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan berjihad melawan orang-orang kafir dan munafik dengan cara menyampaikan hujjah (dalil dan keterangan).
Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah berkata, “Jihad dengan hujjah (dalil) dan keterangan didahulukan atas jihad dengan pedang dan tombak.”

k. Pahala Ilmu Yang Diajarkan Akan Tetap Mengalir Meskipun Pemiliknya Telah Meninggal Dunia

Disebutkan dalam Shahiih Muslim, dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ، وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ.

“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka pahala amalnya terputus, kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendo’akannya.”

 Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 145).

Hadits ini adalah dalil terkuat tentang keutamaan dan kemuliaan ilmu serta besarnya buah dari ilmu. Sesungguhnya pahala ilmu tetap diterima oleh orang yang bersangkutan selama ilmunya diamalkan orang lain. Seolah-olah ia tetap hidup dan amalnya tidak terputus. Ini disamping kenangan dan sanjungan yang dialamatkan kepadanya. Tetap mengalirnya pahala untuk dirinya pada saat pahala amal perbuatan telah terputus dari manusia adalah kehidupan kedua baginya.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam hanya mengkhususkan ketiga hal di atas yang pahalanya tetap diterima oleh si mayit karena ia (si mayit) adalah penyebab keberadaan ketiga hal tersebut. Karena ia menjadi sebab terbentuknya anak shalih, shadaqah jariyah, dan ilmu yang bermanfaat, maka pahalanya tetap mengalir kepadanya. Seorang hamba mendapatkan pahala karena tindakannya langsung atau tindakan yang dilahirkan (tindakan tidak langsung) darinya. Kedua prinsip ini disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Yang demikian itu ialah karena mereka (para Mujahidin) tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal shalih. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” [At-Taubah: 120]

l.  Dengan Menuntut Ilmu, Kita Akan Berfikir Yang Baik, Benar, Mendapatkan Pemahaman Yang Benar, Dan Dapat Mentadabburi Ayat-Ayat Allah

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullaah mengatakan, “Memikirkan nikmat-nikmat Allah termasuk ibadah yang paling utama.”

 Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 254).


Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hati daripada membaca Al-Qur-an dengan tadabbur dan tafakkur. Karena hal itu mengumpulkan semua kedudukan orang yang berjalan kepada Allah, keadaan orang-orang yang mengamalkan ilmunya, dan kedudukan orang-orang yang bijaksana. Hal inilah yang mewariskan rasa cinta, rindu, takut, harap, kembali kepada Allah, tawakkal, ridha, penyerahan diri, syukur, sabar dan segala keadaan yang dengannya hati menjadi hidup dan sempurna.
Seandainya manusia mengetahui apa yang terdapat dalam membaca Al-Qur-an dengan tadabbur, maka ia akan lebih menyibukkan diri dengannya daripada selainnya. Apabila ia melewati ayat yang dibutuhkannya untuk mengobati hatinya, maka ia akan mengulang-ulangnya meskipun sampai seratus kali, walaupun ia menghabiskan satu malam. Membaca Al-Qur-an dengan memikirkan dan memahaminya lebih baik daripada membacanya sampai khatam tanpa mentadabburi dan memahaminya, lebih bermanfaat bagi hati dan lebih membantu untuk memperoleh keimanan dan merasakan manisnya Al-Qur-an. Membaca Al-Qur-an dengan memikirkannya adalah pokok kebaikan hati.

Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 262)


Al-Hasan al-Bashri rahimahullaah mengatakan, “Al-Qur-an diturunkan untuk diamalkan, maka jadikanlah membacanya sebagai salah satu pengamalannya.

 Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 263).
ReadmoreKeutamaan Menuntut Ilmu 2

Keutamaan Menuntut Ilmu 1




Pentingnya menuntut ilmu

  • Menuntut ilmu itu wajib
  • Dengan mempelajari ilmu kita dapat melakukan apa yang Allah perintahkan dengan benar
  • Untuk melakukan ibadah serta tata cara nya dengan benar, harus dengan mempelajarinya
  • Untuk mengetahui halal dan haram, harus dengan belajar
  • Tanpa ilmu kita tidak tau mana yang benar mana yang salah
  • Dilarang bagi kita untuk melakukan sesuatu yang kita tidak tahu ilmunya
  • Salah satu syarat diterimanya ibadah adalah, sesuai dengan yang Rasulullahu Sholallohu 'alaihi wa sallam ajarkan atau contohkan, untuk mengetahuinya kita harus belajar.



Keutamaan menuntut ilmu

a. Allah mudahkan jalannya menuju surga


مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ

Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).


b. Allah mengangkat derajat orang yang berilmu


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu: ‘Berilah kelapangan dalam majelis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al-Mujaadilah : 11]


c. Orang yang berilmu adalah orang yang Allah inginkan kebaikan pada dirinya 

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya.

Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (I/306, II/234, IV/92, 95, 96), al-Bukhari (no. 71, 3116, 7312), dan Muslim (no. 1037), dari Shahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallaahu ‘anhuma.


d. Orang Yang Berilmu Dikecualikan Dari Laknat Allah

Imam at-Tirmidzi (wafat th. 249 H) rahimahullaah meriwayatkan dari Abu Hurairah (wafat th. 57 H) radhi-yallaahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُوْنَةٌ مَلْعُوْنٌ مَا فِيْهَا إِلَّا ذِكْرُ اللهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِـمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ.

"Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang yang mempelajari ilmu "


e. Menuntut Ilmu Dan Mengajarkannya Lebih Utama Daripada Ibadah Sunnah Dan Wajib Kifayah

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَضْلُ الْعِلْمِ خَيْرٌ مِنْ فَضْلِ الْعِبَادَةِ وَخَيْرُ دِيْنِكُمُ الْوَرَعُ.

"Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah, dan agama kalian yang paling baik adalah al-wara’ (ketakwaan)."

Hadits hasan: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath (no. 3972) dan al-Bazzar dari Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallaahu ‘anhu, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (no. 68), lihat juga Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/106, no. 96)


Ali bin Abi Thalib (wafat th. 40 H) Radhiyallaahu ‘anhu berkata, "Orang yang berilmu lebih besar ganjaran pahalanya daripada orang yang puasa, shalat, dan berjihad di jalan Allah."

Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu berkata, "Sungguh, aku mengetahui satu bab ilmu tentang perintah dan larangan lebih aku sukai daripada tujuh puluh kali melakukan jihad di jalan Allah."

Aku (Ibnul Qayyim) katakan, "Ini -jika shahih- maknanya adalah: lebih aku sukai daripada jihad tanpa ilmu, karena amal tanpa ilmu kerusakannya lebih banyak daripada baiknya."

Al-Hasan rahimahullaah berkata, "Orang yang berilmu lebih baik daripada orang yang zuhud terhadap dunia dan orang yang bersungguh-sungguh dalam beribadah."

Sufyan ats-Tsauri (wafat th. 161 H) rahimahullaah mengatakan, "Aku tidak mengetahui satu ibadah pun yang lebih baik daripada mengajarkan ilmu kepada manusia."

Imam asy-Syafi’i (wafat th. 204 H) rahimahullaah mengatakan, "Tidak ada sesuatu pun yang lebih baik setelah berbagai kewajiban syari’at daripada menuntut ilmu syar’i.


f. Ilmu Adalah Jalan Menuju Kebahagiaan

Imam Ahmad dan at-Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Shahabat Abu Kabasyah al-Anmari (wafat th. 13 H) radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

… إِنَّمَا الدُّنْيَا لِأَرْبَعَةِ نَفَرٍ: عَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالًا وَعِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِي فِيْهِ رَبَّهُ وَيَصِلُ فِيْهِ رَحِـمَهُ وَيَعْلَمُ ِللهِ فِيْهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْـمَنَازِلِ، وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ عِلْمًا وَلَـمْ يَرْزُقْهُ مَالًا فَهُوَ صَادِقُ النِّـيَّـةِ يَقُوْلُ: لَوْ أَنَّ لِـيْ مَالًا لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَأَجْرُهُـمَا سَوَاءٌ، وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللهُ مَالاً وَلَـمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًـا فَهُوَ يَخْبِطُ فِي مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لَا يَتَّقِي فِيْهِ رَبَّهُ وَلَا يَصِلُ فِيْهِ رَحِـمَهُ وَلَا يَعْلَمُ ِللهِ فِيْهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْـمَنَازِلِ وَعَبْدٍ لَـمْ يَرْزُقْهُ اللهُ مَالًا وَلَا عِلْمًـا فَهُوَ يَقُولُ: لَوْ أَنَّ لِـيْ مَالًا لَعَمِلْتُ فِيْهِ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُـمَا سَوَاءٌ.

"…Sesungguhnya dunia diberikan untuk empat orang: 

(1) seorang hamba yang Allah berikan ilmu dan harta, kemudian dia bertaqwa kepada Allah dalam hartanya, dengannya ia menyambung silaturahmi, dan mengetahui hak Allah di dalamnya. Orang tersebut kedudukannya paling baik (di sisi Allah). 

(2) Seorang hamba yang Allah berikan ilmu namun tidak diberikan harta, dengan niatnya yang jujur ia berkata, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan si fulan.' Ia dengan niatnya itu, maka pahala keduanya sama. 

(3) Seorang hamba yang Allah berikan harta namun tidak diberikan ilmu. Lalu ia tidak dapat mengatur hartanya, tidak bertaqwa kepada Allah dalam hartanya, tidak menyambung silaturahmi dengannya, dan tidak mengetahui hak Allah di dalamnya. Kedudukan orang tersebut adalah yang paling jelek (di sisi Allah). Dan 

(4) seorang hamba yang tidak Allah berikan harta tidak juga ilmu, ia berkata, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan si fulan.’ Ia berniat seperti itu dan keduanya sama dalam mendapatkan dosa."

Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (IV/230-231), at-Tirmidzi (no. 2325), Ibnu Majah (no. 4228), al-Baihaqi (IV/ 189), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (XIV/289), dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir (XXII/345-346, no. 868-870), dari Shahabat Abu Kabsyah al-Anmari radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Shahiih Sunan at-Tirmidzi (II/270, no. 1894).
ReadmoreKeutamaan Menuntut Ilmu 1

Manfaat Dan Kandungan Wortel

Jangan pandang kalo wortel itu cuma enak buat sayur aja, atau banyak orang menenal manfaat wortel ini anyapada vitamin A nya saja, manfaat wortel ini nggak sedikit untuk kesehatan tubuh kita. Wortel mempuyai kandungan kimia yang lumyan komplit. Diantaranya kandungan wortel ini ada gula, karotin, pektin, aspargin, vitamin A, b, C, D, dan vitamin K, erat, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, sodium, asam amino, minyak esensial, dan betakarotin.

Ditambah lagi bukan hanya wortelnya saja yang banyak kandungannya, tapi bijinya juga mempunyai banak kandungan yang bermanfaat juga, bijinya itu mengandung flavonoid, minyak atsiri, termasuk asaron, pinen, dan limonen, asam tiglat, azaron, dan bisabol, meristin yang berkasiat memberikan efek aprodisiak.
Sedangkan daun wortel mengandung paspirine, zat-zat yang terdapat pada wortel sangat dibutuhkan dalam memicu fungsi kerja kelenjar endoktrin, khususnya kelenjar adrenalin dan kelenjar kelamin, juga berkhasiat menyuburkan sistem reproduksi.
Lalu manfaat wortel yaitu berguna untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam pembentukan tulang, anti kanker, mengatasi tukak lambung, amandel, gangguan kerongkongan dan pernapasan, mencegah konstipasi (sembelit), antioksidan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menghaluskan kulit.
Zat-zat yang terdapat dalam wortel bermanfaat bagi sistem reproduksi, dalam hal ini untuk mengatasi kemandulan dn menyuburkan sistem reproduksi.
Kandungan karoten wortel juga baik untuk kesehatan mata. Membantu mencegah terjadinya rabun senja dan memperbaiki penglihatan yang lemah, kekurangan vitmin A atau yang dikenal dalam istilah kedokteran sebagai avitaminosis A dapat menyebabkan rabun senja. Wortel bisa mngatasinya.
Didalam wortel juga terkandung pectin yang baik untuk menurunkan kolesterol darah. Serat yang tinggi juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya konstipasi.
Minum jus wortel juga dapat mengatasi ganggun kulit, seperti jerawat, bengkak bernanah, ataupun kulit kering.
Inilah salah satu bentuk kebesaran Alloh yang telah menciptakan tumbuhan-tumbuhan yang bermanfaat bagi kita. Maka sangat perlu untuk kita selalu bersyukur kepada Alloh.
ReadmoreManfaat Dan Kandungan Wortel

Hukum Membaca Al Qur'an Tanpa Wudhu

Diperbolehkan membaca Al Qur'an tanpa wudhu bila bacaannya secara hafalan, sebab tidak ada yang mencegah Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallammembaca Al Qur'an dalam kondisi berwudhu dan tidak berwudhu. Sedangkan untuk membaca Al Qur'an dari mushaf, tidak di perbolehkan bagi orang yang berhadats untuk menyentuhnya, baik hadats kecil maupun hadats besar.

Alloh berfirman, "tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang di sucikan." (al Waqi'ah: 79) Di dalam hadits Nabi sholallohu 'alaihi wa sallam yang dimuat dalam surat beliau kepada amubin hizam, beliau mentebutkan, "Tidak boleh menyentuh AL Qur'n kecuali orangyang dalam kondisi suci."

Kesepakatan para Imam bahwa orang yang dalam kondisi berhadats besar maupun kecil tidak boleh menyentuh mushaf kecuali ditutup dengan pelapis, seperti mushaf tersebut di dalam kotak atau kantong maupun menyentuhnya dilapisi kain atau baju.
ReadmoreHukum Membaca Al Qur'an Tanpa Wudhu

Bosan | Apa itu Bosan?

Menurut temen-temen ntu apa sih bosan itu?
mungkin seperti males atau hmm susah juga ngejelasinnya..
biasanya bosan itu membuat saya pusing, terkadang membuat saya malas untuk berbuat sesuatu, bosan juga sering membuat saya jenuh, jadi sebenernya apa itu bosan?
saya mencoba mencari penjelasan ke otak saya, mungkin bosan itu.. perasaan yang telah lelah merasakan sesuatu yang berulang-ulang di suguhkan kepada kita.
mungkin juga artinya, kejenuhan perasaan dan pikiran atas sesuatu yang kita alami atau atas sesuatu yang di suguhkan kepada kita terlalu lama, atau berulang-ulang.
tapi relatif juga sih, terkadang kita yang belum lama kita rasain aja sudah membuat kita bosan jadi sesuatunya itu juga sangat berpengaruh.
misalnya kita mendengarkan lagu, terkadang baru denger sebentar saja sudah bosan,

bosan.. mungkin juga terjadi saat kita menginginkan sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda dari pada yang ini-ini saja, suatu perubahan.

sesuatu yang membuat bosan:
suatu yang tidak menarik, suatu yang berulang-ulang, menunggu juga termasuk hal yang membosankan, mendengarkan lagu yang payah, sesuatu yang lama, tapi tidak mengasikkan.. bahkan yang mengasikkan terkadang kalo lama-lama juga bisa membosankan,
bosan juga menghasilkan sebuah karya, contohna postingan saya ini, ini hasil dari rasa bosan saya saat ini yang saya curahkan kepada blog. terimakasih blog telah menjadi tempat mencurahkan kebosanan.


Lalu menurut temen-temen bosan itu apa?dan seperti apa?
ReadmoreBosan | Apa itu Bosan?

Tips Sholat Agar Khusyu'

Hei hei, teman-teman.. 
Emm,. Hari ini saya akan berbagi tips tentang bagaimana sih caranya agar sholat kita khusyu'..
Let's follow me....


Pertama
Ya karena kita tidak bisa melihat Alloh.. Maka yakinlah Alloh senantiasa melihatmu dan memperhatikanmu,

Kedua
Mari kita memahami apa saja yg kita baca saat kita sholat, misalnya waktu berdiri kita membaca Al fatihah, nah kita hayati surat itu, buat yang belum tau artinya, maka diwaktu senggang coba deh kita buka Al Qur'an terjemahan misalnya, kita hafalkan artinya dan pahami juga..
Begitu juga dengan do'a-do'a yang lain, waktu rukuk, sujud dan seterusnya, kita pahami artinya agar lebih khusyuk lagi dalam sholat..
Oh iya, waktu kita sujud kan kita dibolehin buat berdo'a.. Nah manfaatin tu kesempatan, dengan benar-benar memohon kepada Alloh yang telah menciptakan kita, yang telah memberi nikmat kepada kita, yang selalu mengurusi kita, Yang telah memelihara kita,
dan ingatlah, kita ini diciptakan untuk beribadah kepada-Nya..
Yap, waktu membaca doa dalam sholat dengan memahami dan menghayatinya akan membantu agar sholat kita khusyuk..

Ketiga
ingatlah, kita ini sedang sholat, jangan kita memikirkan masalah yang mengganggu, masa kita sholat mau mikirin utang ya gak keren dong, atau jauh-jauh deh mengingat kejadian kemaren, mengingat kekasih, mengingat teman yang belum bayar utang,
kita hanya perlu mengingat Alloh dan ingatlah bahwa Alloh senantiasa melihat dan memperhatikanmu..

Ke'empat
hey hey hey.. Jangan lupa belajar mengenai agama kita, tauhid, aqidah, fiqih, dll..
Belajar mengenai fiqih sholat juga akan sangat membantu dan insya Alloh menambah kualitas sholat kita..,


Nah, sekian tips dari saya.. Semoga bisa membantu teman-teman.
Bila ada yang salah yang dikarenakan dangkal nya ilmu saya mohon di maafkan,.
Jadi Marilah kita berbagi ilmu..
:)
ReadmoreTips Sholat Agar Khusyu'

Celanaku Ngatung | Part 2

 Artikel ini melanjutkan artikel sebelumnya Celanaku Ngatung | Part 1

Semoga dapat menambah wawasan kawan-kawan sekalian. hehe.. :p
kita lanjutkan lagi yah.. let's follow me ngbaca ini lagi..

Dari Ibnu 'umar ra. Dari Nabi shollallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda :
  "orang yang menurunkan kain, kemeja dan sorbannya, barang siapa yang memanjangkan sesuatu karena sombong maka nanti pada hari kiamat Alloh tidak akan melihat kepadanya". (riwayat Abu Daud dan An Nasa-i)

Dari Ibnu 'Umar ra. Berkata, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda :
 "barangsiapa yang menurunkan kainnya karena sombong maka nanti pada hari kiamat Alloh tidak akan melihat kepadanya". Ummu salamah bertanya : "maka bagaimana cara wanita menurunkan tepi kain mereka?" beliau bersabda "mereka menurunkan satu jengkal" ia berkata " kalau begitu , terbuka telapak kaki mereka?" beliau bersabda "mereka boleh menurunkan satu hasta, tidak boleh lebih dari itu".(riwayat Abu Daud dan At Turmudzy)

Dari Abu Sa'id Al Khudry ra. Berkata, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda : 
"Kain (sarung) seorang muslim adalah sampai pertengahan betis. Dan tidaklah berdosa kalau sampai diantara betis dan mata kaki. adapun yang sampai dibawah mata kaki maka itu berada dalam neraka dan barang siapa yang menurunkan kainnya sampai bawah mata kaki karena sombong maka Alloh nanti tidak akan melihat kepadanya. ( riwayat Abu Daud)

Dari Abu juray jabir bin Sulaim ra. berkata :
"saya melihat seseorang yang selalu diikuti orang banyak dalam segala pendapatnya, apapun yang dikatakannya pasti diikuti mereka. Saya bertanya "siapakah orang itu?" para sahabat menjawab: "itu adalah Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam". Saya mengucapkan: "alaikas-salaamu ya Rasulullah" dua kali, kemudian beliau bersabda: "janganlah kamu mengucapkan 'alaikas salaam, karena ucapan 'alaikas salaam adalah salam untuk orang yang sudah meninggal dunia, tetapi ucapkanlah assalamu 'alaika". Jabir berkata : "saya bertanya, "benarkah engkau utusan Alloh?" beliau menjawab "ya, aku adalah utusan Alloh, Dzat yang apabila kamu tertimpa suatu musibah kemudian kamu berdoa kepadaNya niscaya Ia akan menghilangkan musibah yang menimpa kamu, apabila kamu tertimpa masa paceklik (kurang makan) kemudian kamu berdoa kepadaNya niscaya ia akan segera menumbuhkan tanaman untuk kamu, dan bila kamu berada di tengah gurun sahara atau tanah lapang kemudian kendaraanmu (ternakmu) hilang lantas kamu berdoa kepadaNya niscaya Ia akan mengembalikannya kepadamu. Jabir berkata : " saya berkata kepada beliau: "berilah saya nasihat", beliau bersabda, "janganlah sekali-kali kamu memaki seseorang" kemudian jabir tidak pernah memaki orang merdeka, budak, onta dan kambing,
lalu beliau bersabda pula, "janganlah sekali-kali kamu meremehkan suatu kebaikan, dan berkatalah kepada temanmu dengan muka yang manis, sesungguhnya itu termasuk kebaikan.dan tinggikanlah kainmu sampai pada pertengahan betis, dan kalau kamu enggan (keberatan) maka boleh sampai pada kedua mata kaki. Janganlah kamu menurunkan kain itu melebihi mata kaki karena itu termasuk sombong, dan sesungguhnya Alloh tidak suka pada sifat sombong. Dan bila ada seseorang memaki dan mencela kamu dengan apa yang ia ketahui tentang dirimu maka janganlah kamu mencelanya dengan apa yang kamu ketahui tentang dirinya, karena sesunhuhnya akibat dari caci-maki itu akan kembali kepadanya. (riwayat Abu Daud dan At Turmudzy)

sumber : Riyadhus sholihin 

jadi gimana temen2?? hihi
ReadmoreCelanaku Ngatung | Part 2

Celanaku Ngatung | Part 1



Bismillahirrohmanirrohiim..
Ya kenapa dengan judul tersebut?? ... saya rasa ini memang judul yang oke juga.. dan inilah yang selalu terdengar di telinga gw... "celanamu ngatung!!" , "celana kok ngatung", "kenapa sih harus di tinggiin?"
entahlah, saya gak terlalu mikirin..
tapi jika ada yang bertanya seperti ini.. " ada apa dengan celanamu??".. atau mungkin.. " mengapa harus ngatung?emang ada hadistnya??dalillnya?.. "

Ya.. mungkin saya gak bisa ngejelasin tentng perkara ini.. tapii yok..
let's follow me.. kita akan menjelajahi tentang perintah-perintah tentang kain di atas mata kaki..

Dari Ibnu Umar ra. bahwasanya Nabi sholllallhu 'alaihi wa sallam bersabda,
"barang siapa yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong maka pada hari kiamat nanti Allah tidak akan melihatnya". Kemudian Abu Bakar ra. berkata "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kain saya selalu turun sampai bawah mata kaki kecuali kalo saya sangat berhati-hati". Kemudian Rasulullah shollallahu 'alihi wa sallam bersabda kepadanya, " sesungguhnya kamu tidaklah termasuk orang-orang yang berbuat semacam itu karena sombong" (riwaayat Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Pada hari kiamat nanti Alloh tidak akan melihat orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong" (riwayat Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. dari  Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam brsabda:
"Kain yang berada di bawah mata kaki itu berada dalam neraka"(riwayat bukhari)

Dari Abu Dzar ra.bahwasanya Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda "ada tiga kelompok yang manusia yang mana pada hari kiamat nanti Alloh tidak akan berbicara dengan mereka, Alloh tidak akan melihat mereka, dan Alloh tidak akan mengmpuni dosa mereka; serta bagi mereka siksaan yang sangat pedih". Rasulullah mengatakan kalimat itu tiga kali. kemudian Abu dzar berkata: "siapkah mereka itu wahai Rasulullah?" beliau menjawab " Yaitu orang yang menurunkan kain, orng yng suka menyebut-nyebut pemberiannya, dan orang yang menjual dagangannya dengan menggunakan sumpah palsu". (riwayat muslim)

Dari Abu Hurairah ra . berkata:
"Suatu ketika ada seseorang sholat dengan kain yang sampai di bawah mata kaki, maka Rasulullah shollallhu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya; "pergilah dan berwudhu". ia pun pergi dan berwudhu; kemudian ketika ia datang, beliau bersabda lagi: "pergilah dan berwudhu". maka ada seorang bertanya : "Wahai Rasulullah, kenapa tuan menyuruh orang itu untuk berwudhu kemudian tuan diamkan?" beliau bersabda: "karena ia shalat dengan memakai kain smpai di bawh mata kaki; sesungguhnya Alloh tidak akan menerima sholat seseorang yang memakai kain sampai di bawah mata kaki". (riwayat Abu Daud)

dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shollallhu 'alaihi wa sallam bersabda :
Pakaian seorang muslim adalah hingga setengah betis. Tidaklah mengapa jika diturunkan antara setengah betis dan dua mata kaki. Jika pakaian tersebut berada di bawah mata kaki maka tempatnya di neraka. Dan apabila pakaian itu diseret dalam keadaan sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya (pada hari kiamat nanti).” (HR. Abu Daud no. 4095. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Al Jami’ Ash Shogir, 921)

dari Ibnu 'Umar ra. berkata "saya berjlan di depan Rasulullah shollallohu 'laihi wa sallam sedangkan kain saya terlalu rendah, kemudian beliau bersabda "wahai Abdullah, naikkan kainmu itu". maka saya pun menaikkannya. beliau bersabda lagi; "tambah lagi". maka saya pun menambahinya. setelah itu saya selalu menaikkan kain saya sesuai dengan petunjuk  itu". ada oarng bertanya " sampai di mana kamu menaikkan?" Abdullah menjawab : "sampai pertengahan kedua betis".

Dari Hudzaifah bin Al Yaman, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang salah satu atau kedua betisnya. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Di sinilah letak ujung kain. Kalau engkau tidak suka, bisa lebih rendah lagi. Kalau tidak suka juga, boleh lebih rendah lagi, akan tetapi tidak dibenarkan kain tersebut menutupi mata kaki. (Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, hal.70, Syaikh Al Albani berkata bahwa hadits ini shohih)

sumber, Riyadhus Shalihin, muslim.or.id, dll
ReadmoreCelanaku Ngatung | Part 1

Membuat Background Pada Flashdisk | Folder

Ni kemaren abis download software untuk membuat background pada flashdisk, ya sebenere nggak buat flashdisk doang sih, di my document juga bisa, pkokke di folder-folder gitu dah pokoknya, langsung aja nih alatnya Download disini

kalau udah di download langsung di instal and di next2 aja,, tar ada tulisan browser nah itu di klik tinggal nyari gambar mana yang mau di jadiin background, kalo udah selesai semua prosesnya, tinggal di klik kanan trus refresh, jadi deh.. :)
ReadmoreMembuat Background Pada Flashdisk | Folder

Free Download Readon Player | TV, Movie, Radio Online

Dari aplikasi ini kita dapat melihat tv, movie, dan mendengarkan radio secara online  , jadi tidak perlu pasang parabola atau berlengganan dengan managemen seperti indovision atau yang lain, yang kita butuhkan hanya koneksi dengan internet saja, jadi aplikasinya gratis tapi tetep bayar tagihan internet hahaha..
banyak juga loh kategori acara-acara tv disini.. dari yang Dewasa hingga anak-anak, news, sport, anime, pokokke banyak deh,
yang pengen aplikasinya download
disini
atau
disini untuk versi yang baru
ReadmoreFree Download Readon Player | TV, Movie, Radio Online